11 Urutan Prosesi dalam Pernikahan Adat Jawa Secara Lengkap

Anda pastinya sudah sering menemui pernikahan adat Jawa di sekitar, kan? Malah mungkin, Anda sudah hafal apa saja urutan prosesi dari pernikahan adat ini. Tahu gak sih, setiap prosesi dalam rangkaian pernikahan adat ini memiliki makna tersendiri, lo! Meski terlihat ribet, prosesi ini sebenarnya bertujuan baik untuk pengantin. Apa saja prosesinya?

1. Pasang Tarub, Bleketepe dan Tuwuhan

Sebelum semua acara berlangsung, prosesi pertama yang dilakukan dalam pernikahan adat Jawa adalah memasang tarub, bleketepe dan tuwuhan. Ini adalah tanda di mana awal setiap pernikahan menggunakan adat Jawa. Tarub yang dipasang di bagian pagar rumah memiliki arti sebagai peneduh rumah si calon pengantin.

pernikahan adat Jawa
liputan6.com

Pemasangan tarub ini juga harus disertai dengan pemasangan bleketepe dan tuwuhan yang menjadikan tanda bahwa rumah tersebut akan melangsungkan acara pernikahan. Untuk tuwuhan, biasa dipasang di bagian kanan dan kiri gerbang masuk rumah. Tuwuhan sendiri memiliki makna sebagai harapan untuk pasangan yang akan segera menikah.

Selain itu, tuwuhan ini juga memiliki doa agar si pengantin segera dianugerahi dengan keturunan yang sehat, berbudi baik, berkecukupan dan pernikahannya pun selalu bahagia. Pemasangan tarub, bleketepe dan tuwuhan ini juga bisa jadi simbol tolak bala agar proses pernikahan yang akan dilangsungkan tidak menemui masalah yang berarti ke depannya.

2. Sungkeman

pernikahan adat Jawa
flickr.com

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan prosesi sungkeman. Sungkeman ini sendiri adalah sebagai bukti penghormatan sepasang pengantin kepada orang tua atau sesepuh keluarga. Biasanya, prosesi ini dilakukan dengan intim karena calon mempelai akan meminta maaf dan restu kepada orang tuanya untuk melangkah menjalani kehidupan baru bersama pasangan.

3. Siraman

Setelah sungkeman, acara akan dilanjutkan dengan proses siraman. Siraman ini juga memiliki arti tersendiri. Makna dari proses ini adalah untuk penyucian diri dan membersihkan diri pengantin sebelum acara suci dimulai. Biasanya, ritual ini akan dilangsungkan oleh kedua orang tua pengantin. Nantinya, akan disambung dengan kerabat terdekat mereka.

pernikahan adat Jawa
seputarpernikahan.com

Biasanya, akan ada tujuh orang yang saling sambung menyambung menyiramkan air kepada calon pengantin. Semua orang ini diwajibkan sudah menikah. Tak jelas apa alasannya. Namun, hal ini bertujuan untuk meminta berkah dari orang yang sudah menikah dan meminta doa yang terbaik untuk pernikahan si calon pengantin nanti.

4. Dodol Dawet

Lalu, setelah acara siraman berakhir akan dilanjutkan dengan acara Dodol Dawet. Acara ini merupakan acara untuk kedua orang tua yang mana mereka akan berjualan dawet. Ibu pengantinlah nantinya yang akan berjualan dawet sembari dipayungi oleh suaminya. Acara yang satu ini juga memiliki arti yang sangat dalam.

pernikahan adat Jawa
kompasiana.com

Maksud dari acara ini adalah kedua orang tua si pengantin memiliki tekad yang bulat untuk menjodohkan anaknya atau melepaskan buah hatinya guna memulai hidup baru. Dawet yang dijual tidak dibeli dengan uang, ya! Dawetnya akan dibeli dengan kreweng. Kwereng ini adalah uang yang dibuat dari tanah liat yang juga punya arti dalam pernikahan ini.

Uang dari tanah liat ini menunjukkan makna kehidupan manusia yang berasal dari tanah. Selama prosesi ini terjadi, sang ibu akan melayani si pembeli dan ayah akan menerima bayarannya. Hal ini juga memiliki arti bahwa calon pengantin diajarkan bagaimana cara mencari nafkah yang benar dan kehidupan yang saling membantu antara pasangan.

5. Midodareni

Acara akan dilanjutkan dengan midodareni. Ini adalah salah satu acara yang paling dinantikan dalam proses pernikahan adat Jawa. Prosesi ini hanya dilakukan oleh pihak pengantin wanita. Pada saat ini, pengantin wanita diharuskan berdiam diri di kamar dari pukul 6 hingga 12 malam. Pengantin akan ditemani ibu dan kerabat wanitanya selama itu.

pernikahan adat Jawa
budayajawa.id

Nantinya, akan dilanjutkan dengan prosesi tantingan yang dilakukan oleh sang ayah. Ayahnya akan menanyakan kesiapan dan kemantapan hati sang putri untuk berumah tangga. Pada malam midodareni ini, pengantin pria juga akan datang ke rumah pengantin wanita. Hanya saja, mereka tidak boleh dipertemukan sama sekali sebagai tanda kesiapan pernikahan.

Acara midodareni ini akan dilanjutkan dengan srah-srahan. Calon pengantin pria yang datang akan membawa seserahan yang berisi perhiasan, pakaian, alat mandi, alat sholat, make up serta berbagai makanan tradisional yang memang sudah jadi syarat dalam pernikahan tersebut. Selain itu, biasanya juga akan ada setandan pisang raja sebagai bentuk rasa syukur.

6. Balang Gantal

pernikahan adat Jawa
mahligai-indonesia.com

Setelah acara midodareni selesai, nantinya akan dilanjutkan dengan acara ijab qabul. Acara ijab qabul ini sendiri disebut juga dengan upacara panggih. Dalam acara ini, akan dilaksanakan beberapa prosesi pernikahan adat Jawa yang paling utamanya adalah balang gantal. Pada acara ini, sepasang pengantin akan saling melempar sirih yang melambangkan saling kasih sayang.

7. Ngindak Endhog

pernikahan adat Jawa
nikahdibanyuwangi.blogspot.com

Setelah itu, acara akan dilanjutkan dengan prosesi ngindak endhog. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, prosesi pernikahan adat Jawa yang satu ini memiliki arti sebagai injak telur. Prosesi ini dilakukan oleh sepasang penatin dengan harapan agar mereka bisa mendapat keturunan yang merupakan tanda cinta kasih. Selain itu, ini juga sebagai tanda kesetiaan istri kepada suaminya.

8. Sindur

pernikahan adat Jawa
budayajawa.id

Prosesi yang dilakukan setelah ngindak endhog selesai adalah sindur. Acara ini merupakan pembentakan kain sindur oleh ibu dan ayah untuk menaungi pengantin dan mengirinya ke pelaminan. Prosesi ini juga memiliki arti bahwa pengantin baru siap menghadapi segala hal yang ada di pernikahannya nanti baik dalam keadaan senang ataupun susah.

9. Kacar Kucur

pernikahan adat Jawa
seputarpernikahan.com

Acara nantinya akan dilanjutkan dengan kacar kucur. Acara ini merupakan proses timbangan di mana pasangan pengantin nantinya akan duduk di pangkuan ayah dari mempelai wanita. Lalu, dilanjurkan denan proses mengucurkan biji-bijian dan uang receh kepada pengantin wanita sebagai simbol penghasilan dan tanggung jawab pihak laki-laki pada pengantinnya.

10. Dulangan

pernikahan adat Jawa
kotakimaji.com

Selanjutnya, akan dilangsungkan acara dulangan atau dalam bahasa Indonesia berarti suap-suapan. Acara ini memiliki arti kiasan kalau pasangan pengantin haruslah selalu rukun dan pengertian dalam menjalani rumah tangganya. Jika ada hal yang buruk, mereka harus saling berbagi dan menemukan pemecahan masalahnya secara bersama-sama.

11. Bubak Kawah

Terakhir, akan dilangsungkan acara bubak kawah. Acara ini biasanya merupakan acara paling meriah dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Hanya saja, acara ini biasanya hanya untuk pernikahan anak pertama saja. Pada acara ini, keluarga akan menyiapkan perlatan dapur yang dipasang pada pikulan yang akan diarak keliling oleh tamu.

pernikahan adat Jawa
budayajawa.id

Nantinya, setelah diarak keliling, para tamu tersebut akan berebut peralatan dapur tersebut. Ada mitos yang mendasari perebutan ini. Terutama untuk mereka yang belum mendapatkan jodoh. Barang siapa yang mendapatkan paling tidak satu, bisa enteng jodoh nantinya.

Nah, bagaimana? Anda tertarik menikah menggunakan pernikahan adat Jawa? Jika iya, untuk memenuhi semua prosesi ini, Anda harus menyiapkan dana yang lumayan. Ingin gabungkan pernikahan Jawa dengan Islami? Bisa terapkan 5 Tips Persiapan Pernikahan Islam Romantis dan Berkesan Ini.

Facebook Comments
 
shares