4 Nasihat Pernikahan Islami ala Rasulullah SAW

Kehidupan rumah tangga setelah pernikahan dilangsungkan tentu berbeda dengan kehidupan saat seseorang masih single. Selain materil, dukungan moril juga sangat diperlukan untuk mereka. Salah satu contohnya adalah nasihat pernikahan yang bisa menjadi bekal ke depannya nanti. Berikut di antaranya nasihat yang kerap disampaikan Rasulullah SAW.

nasihat pernikahan
earnest.com

1. Suami adalah Pemimpin

Dalam kehidupan berumahtangga, kedudukan suami adalah pemimpin sekaligus penggembala yang menggiring keluarga sebagai gembalannya agar selalu berada di jalan yang benar. Meski bertitel ‘pemimpin’, bukan berarti bossy, justru memimpin keluarganya dengan kasih sayang namun tetap tegas.

Selain itu, pemimpin harus menerapkan kedisiplinan, terutama jika berhubungan dengan ibadah dan berperilaku. Nasihat ini bisa Anda lihat dalam firman Allah, surat an-Nisaa’ ayat 34. Intinya, menjadi kewajiban bagi seorang suami untuk mendidik, melindungi, memberi contoh yang baik (mengayomi), serta wajib memberi nafkah lahir dan batin pada istri.

2. Lemah Lembut pada Pasangan

Nasihat pernikahan berikutnya diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan ditujukan pada pengantin pria. Istrinya harus diperlakukan dengan lemah lembut, karena oleh Allah SWT, wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.

Jadi, mendidiknya akan sulit jika dilakukan dengan keras dan kasar, istilahnya, tulang rusuk tersebut bisa patah nantinya. Selain itu, membimbing dan mendidik dengan lemah lembut lebih mudah diterima istri karena dalam melakukan hal apapun dan mengambil keputusan apapun, wanita lebih dominan atau mengutamakan perasannya.

3. Selalu Ada dan Menjadi Penyejuk Hati

Jika nasihat kedua ditujukan pada pengantin pria, maka nasihat yang satu ini ditujukan pada pengantin wanita. Sebagai pencari nafkah, seorang suami tidak bisa lepas dari masalah dan lelah. Oleh karena itu, seberat apapun pekerjaan rumah, sudah menjadi kewajiban istri untuk memberi penyambutan terbaik saat suaminya pulang ke rumah.

Nasihat ini juga bisa dijadikan doa untuk suami agar memperoleh istri yang bisa dijadikan penyejuk hati. Secara tersurat, nasihat ini tercantum dalam kalam Allah SWT, yaitu surat al-Furqaan ayat 74.

4. Pahami dan Wujudkan Tujuan Pernikahan

Pada hakikatnya, pernikahan bukanlah ajang untuk melepas status lajang semata. Pernikahan merupakan saraa ibadah untuk menggenapkan setengah agama sehingga tidak bisa dijadikan ajang coba-coba yang jika merasa sudah bosan atau alasan tidak cocok, bisa bubar (cerai).

Pernikahan yang dilandasi dengan agama, sudah seharusnya memiliki tujuan yang jelas. Selain membentengi diri dari maksiat dan dosa, pernikahan juga bertujuan untuk mewujudkan kehidupan sakinah (ketenangan atau ketenteraman), mawaddah (rasa cinta), dan rahmah (kasih sayang).

Keempat nasihat pernikahan tersebut sudah selayaknya dipahami dan diamalkan agar kehidupan rumah tangga tetap langgeng. Harapan membangun keluarga idaman pun bisa diwujudkan. Selain nasihat, pengantin butuh doa, yang beberapa di antaranya bisa Anda lihat dari artikel berjudul 4 Ucapan Selamat dan Doa Pernikahan Terbaik untuk Sahabat Anda.

Facebook Comments
 
shares