4 Tradisi Upacara Pernikahan TNI yang Wajib Dilaksanakan

Meski sebenarnya prosesi pernikahan TNI sama saja dengan pernikahan pada umumnya, namun tetap saja ada yang membedakannya. Ada tradisi yang harus Anda jalani jika Anda adalah seorang anggota TNI. Apa saja prosesinya?

1. Gapura Pedang

Tradisi pertama yang harus dilaksanakan pada pernikahan anggota TNI adalah Gapura Pedang. Gapura Pedang ini sendiri adalah formasi yang memiliki bentuk berupa lorong pedang yang merupakan lambang penghormatan pada kedua mempelai pengantin.

Selain itu, Gapura Pedang ini juga memiliki tujuan untuk memperkenalkan dunia angkatan bersenjata pada si mempelai wanita. Gapura Pedang ini juga memiliki arti sebagai permohonan perlindungan kepada Tuhan untuk pasangan mempelai yang menikah.

Biasanya, angkatan bersenjata yang menjadi pengiring pedang-pedang tersebut terdiri dari rekan-rekan atau adik tingkat dari si mempelai pria. Namun, prosesi ini hanya berlaku untuk anggota TNI cowok saja, ya! Anggota yang perempuan tidak ada prosesi ini.

2. Gapura Kehormatan

pernikahan TNI
acowyxa.stream

Setelah diadakan Gapura Pedang, nantinya prosesi pernikahan anggota TNI ini akan dilanjutkan dengan Gapura Kehormatan. Prosesi ini adalah sebuah pelaksanaan penghormatan secara militer untuk si pempelai pengantin.

Gapura Penghormatan ini sendiri memiliki arti sebagai penghormatan untuk kedua mempelai yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Selain itu, juga sebagai lambang solidaritas dan persaudaraan untuk para anggota TNI yang ada.

3. Payung Pura

pernikahan TNI
laraspostonline.com

Tradisi pernikahan TNI ini nantinya akan dilanjutkan dengan Payung Pura. Payung Pura sendiri adalah sebuah formasi yang membentuk lingkaran yang dibentuk menggunakan payung pedang.

Biasanya, Payung Pura ini dilaksanakan ketika si pengantin pria telah menyampaikan laporan kepada Inspektur Upacara pernikahannya. Sama seperti Gapura Pedang dan Gapura Penghormatan, Payung Pura ini juga memiliki arti.

Payung Pura ini memiliki arti penghormatan kepada kedua mempelai yang melaksanakan pernikahan pada hari itu. Mereka akan dikelilingi oleh 12 orang pasukan TNI yang menghunuskan pedang ke atas kepala mereka sembari diiringi dengan suara tambur.

Selain itu, Payung Pura ini juga memiliki makna bahwa semua yang hadir pada acara tersebut meminta perlindungan untuk kedua mempelai pada Tuhan agar bisa menghadapi segala rintangan kehidupan yang menanti mereka nanti.

4. Ikrar Wirasatya

pernikahan TNI
picluck.net

Terakhir, upacara pernikahan anggota TNI ini ditutup dengan Ikrar Wirasatya. Ikrar ini adalah pernyataan janji setia yang diucapkan kedua mempelai. Namun, kadang ada juga yang disampaikan oleh narator atau pembawa sajak sebagai simboliknya.

Ikrar ini sendiri berisikan tentang kewajiban si anggota TNI untuk bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga. Begitu juga untuk si istri yang dituntut untuk memberikan pengertian pada si suami sehingga mau mendorong keberhasilan dan kesuksesannya dalam mengabdi.

Terdengar keren sekali, kan upacara pernikahan TNI ini? Jelas ini bisa jadi kebanggaan tersendiri untuk para pendamping anggota militer di sana. Cari info lain tentang tips pernikahan? Silakan baca artikel lainnya.

Facebook Comments
 
shares