7 Suku di Indonesia yang Laksanakan Pingitan Sebelum Menikah

Ritual pingitan sebelum menikah saat ini mungkin sudah jarang dilakukan. Namun, tetap ada beberapa suku di Indonesia yang masih melaksanakan ritual ini karena adat. Tapi jangan salah, pingitan ada makna dan manfaatnya! Apa saja itu? Apa juga suku yang melakukannya?

Makna Dipingit Sebelum Menikah

pingitan sebelum menikah
seputarpernikahan.com

Meski terdengar kampungan dan tak masuk akan, ternyata dipingit itu memiliki makna yang bagus, lo! Selain itu, pingitan juga memiliki manfaat untuk Anda. Makna dan manfaat dari pingitan tersebut salah satunya adalah untuk menjaga kebugaran tubuh.

Saat Anda dilarang ke luar rumah, itu artinya Anda bisa menjaga kebugaran dan menghindari diri dari kelelahan agar tetap terlihat segar di hari pernikahan nanti. Selain itu, pingitan sebelum menikah juga memiliki manfaat untuk menjaga aura kecantikan Anda.

Selama masa dipingit, biasanya akan ada waktu Anda melakukan perawatan tubuh sehingga aura kecantikan Anda akan terpampang dengan jelas saat hari H tiba. Anda juga bisa menjaga rasa kangen dengan pasangan selama beberapa waktu.

Ini akan menjadikan hari bahagia Anda lebih terasa tatkala Anda bisa bersama dengan pasangan. Pingitan juga berarti bahwa Anda bisa menjaga diri dan kepercayaan pasangan meskipun tidak bertemu dalam suatu waktu.

Anda bisa jauh dari segala macam godaan dan marabahaya yang bisa membahayakan Anda. Biasanya, saat masa pingitan sebelum menikah, Anda juga akan diberi wejangan yang berguna di masa setelah menikah nanti, seperti mengerti apa yang pantas dan tidak dilakukan.

Suku yang Menerapkan Tradisi Pingitan

Saat ini, masih banyak suku di Indonesia yang melaksanakan tradisi pingitan sebelum melangsungkan pernikahan. Pingitan ini dilaksanakan untuk mendapatkan manfaat dan makna yang disebutkan di atas selain untuk menjaga tradisi. Lalu, apa saja suku tersebut?

1. Jawa

pingitan sebelum menikah
budayajawa.id

Salah satu suku yang masih melaksanakan pingitan sebelum menikah adalah suku Jawa. Adat Jawa memang sudah sedari dulu melaksanakan tradisi sebelum menikah ini. Masa pingitan pengantin adat Jawa dulu berlangsung antara satu hingga dua bulan lamanya.

Sedangkan di masa sekarang, karena makin maju dan modernnya masa, maka masa pingit hanya dilangsungkan beberapa hari menjelang hari pernikahan saja. Pada saat pingitan ini, biasanya pengantin Jawa akan melaksankan berbagai tradisi adat yang sudah turun temurun.

2. Banjar

pingitan sebelum menikah
youtube.com

Selain Jawa, suku Banjar di Kalimantan Selatan juga masih melaksankan tradisi pingitan. Berbeda dengan adat Jawa, pada umumnya pingitan pada adat Banjar dilaksanakan setelah akad nikah dilangsungkan.

Pengantin wanita tidak diperkenankan bertemu dengan mempelai laki-lakinya ataupun pemuda lain selama masa pingitan ini dilangsungkan. Selama masa ini, biasanya pengantin wanita dipersiapkan untuk menamatkan Alqur’an dan mempersiapkan acara perkawinan lain.

Beberapa acara perkawinan yang dilakukan pada masa pingitan adat Banjar adalah Bakasai, Batimung, dan Bapacar yang berguna untuk mempercantik dan mengeluarkan aura dari si pengantin wanita.

3. Betawi

pingitan sebelum menikah
jasaweddingorganizer.com

Selain itu, suku Betawi ternyata juga mengadakan tradisi pingitan sebelum menikah pada para calon pengantin. Hanya saja, pada adat Betawi, masa pingitan ini disebut sebagai masa dipiare. Di sini, calon pengantin wanita akan dipelihara tukang rias selama sebulan lamanya.

Maksud dipelihara di sini adalah si pengantin akan dikontrol semua kegiatan, kesehatan dan melakukan berbagai ritual kecantikan agar si pengantin siap menghadapi masa pernikahan nanti, termasuk dengan meminum berbagai jenis jamu untuk menjaga tubuh si pengantin.

Hanya saja, untuk saat ini melakukan masa dipiare tidak lagi selama dulu. Masa dipiare adat Betawi saat ini hanya berlangsung satu sampai dua hari menjelang pernikahan saja. Oleh sebab itu saat ini lebih banyak calon pengantin melakukan peliharaan di salon sebelumnya.

4. Suku Muna

pingitan sebelum menikah
defkeratonsambaliung.wordpress.com

Ada juga suku Muna yang ada di Sulawesi Tenggara yang melaksankan tradisi pingitan pada para calon pengantinnya. Tradisi ini disebut juga sebagai upacara adat Kariya. Kegiatan ini pada dasarnya digunakan untuk membersihkan diri si pengantin.

Harapan dari pengadaan tradisi Kariya ini adalah agar anak perempuan mereka yang menjelang dewasa mengalami persemaian rahasia atau benih-benih keturunan. Tradisi Kariya ini biasanya berlaku sangat lama sebelum pernikahan itu dilangsungkan.

Pingitan pada adat Muna juga memiliki tujuan agar si calon pengantin bisa terhindar dari gangguan roh-roh jahat yang akan mengganggu si pengantin. Lama dari masa Kariya atau masa pingitan sebelum menikah ini sendiri adalah sekitar 8 hari 7 malam.

Para gadis akan diasingkan di sebuah ruangan tertutup tanpa ada sinar matahari yang masuk di dalamnya. Selama masa ini juga, si perempuan tidak diperbolehkan menyebut nama laki-laki, berinteraksi dengan dunia luar dan mereka juga hanya makan seperlunya saja.

5. Masyarakat Buton

pingitan sebelum menikah
yusniaridu.blogspot.com

Selain itu, masyarakat Buton juga melangsungkan pingitan sebelum menikah pada gadis-gadis. Masa ini disebut juga dengan Bakurung atau Posuo yang mana diadakan sebagai peringatan untuk peralihan status si gadis.

Namun, berbeda dengan ritual pingitan di adat yang lain, pingitan pada masyarakat Buton biasanya diadakan secara berkelompok. Para gadis yang melaksanakan prosesi Bakurung akan dibimbing secara spiritual dengan petuah dan pesan moral yang baik.

Lama dari pingitan masyarakat Buton ini bervariasi. Ada yang melaksankan selama 4 hari, ada yang satu minggu, ada juga yang melaksankannya lebih dari satu minggu. Para gadis ini hanya akan diberi makan sedikit selama masa pingitan.

Mereka juga akan melangsungkan berbagai proses perawatan dengan menggunakan bahan alami seperti kunyit dan beras putih. Pada akhir masa pingitan ini, para peserta akan dimandikan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari tanah liat.

6. Sumbawa

pingitan sebelum menikah
merahputih.com

Selain itu, di wilayah Sumbawa prosesi pingit sebelum melaksanakan pernikahan juga dilangsungkan. Masa pingitan ini biasanya dilaksanakan setelah masa tukar cincin. Lamanya masa pingitan sebelum menikah pada masyarakat Sumbawa hanya sekitar 1 minggu.

Pada masa ini, kedua calon mempelai tidak boleh saling bertemu selama masa pingitan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pada masa ini juga, si pengantin diharuskan melakukan puasa yang tidak ditentukan jumlah harinya.

Maksud dari puasa ini adalah supaya saat hari H tiba, si pengantin wanita akan terlihat paling cantik. Pada hari terakhir masa ini, si pengantin juga tidak boleh mandi. Alasannya cukup aneh, supaya pada waktu resepsi pernikahan tidak terjadi turun hujan.

7. Wakatobi

pingitan sebelum menikah
travelingyuk.com

Di Wakatobi, ternyata pingitan juga dilangsungkan. Hanya saja, berbeda dengan semua pingitan di suku lainnya, pingitan pada masyarakat Wakatobi sendiri bertujuan untuk mencari jodoh itu sendiri.

Yup! Pada masa pingitan ini, sebenarnya si gadis belum memiliki pasangan. Prosesi pingitan ini tak jauh beda dengan pingitan pada suku lainnya. Para gadis dan bujang akan diberi wejangan pernikahan dan khusus gadis, akan mendapatkan perawatan kecantikan.

Tujuannya tentu saja agar si gadis tampil paling menarik saat puncak acara tiba. Pada akhir masa pingitan, para gadis dan bujang akan dibawa ke lapangan terbuka dan akan ada proses perjodohan. Setiap orang bisa memilih jodohnya dan dilanjutkan ke pernikahan.

Tradisi pingitan sebelum menikah ternyata masih terus berlangsung di Indonesia. Di atas adalah beberapa contoh pingitan tersebut. Anda berasal dari suku Banjar? Ini Urutan Prosesi Nikah Adat Banjar dan Kisaran Biayanya.

Facebook Comments
 
shares