Ini Alasan Kenapa Pernikahan Dini Tidak Dianjurkan

Apa yang muncul di benar Anda ketika mendengar kata pernikahan dini? Pernikahan anak usia di bawah 18 tahun? Yah, memang itulah kebanyakannya. Sebenarnya, pernikahan terlalu cepat ini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Ada banyak risiko yang mengintai pelaku pernikahan dalam usia muda ini. Apa saja? Anda bisa mengeceknya di sini!

1. Risiko Penyakit Seksual

Salah satu risiko yang mengintai para pelaku pernikahan dini yang terlalu dini ini adlaah risiko penyakit seksual yang meningkat. Seperti yang sudah Anda ketahui, dalam sebuah pernikahan adalah hal yang tak mungkin bahwa hubungan seksual tidak dilakukan, kan? Hubungan seksual bagi anak di bawah usia 18 tahun punya risiko penularan penyakit seksual.

pernikahan dini
warnajambi.co.id

Risiko ini jauh lebih besar ketimbang mereka yang berusia cukup. Salah satu penyakit seksual yang paling banyak dialami para pelaku pernikahan dini yang dini ini adalah HIV. Terjangkitnya penyakit seperti ini dikarenakan para pelaku pernikahan dini yang terlalu cepat ini masih punya pengetahuan yang sangat minim tentang hubungan seks yang sehat dan aman.

2. Risiko Kekerasan Seksual

Ada banyak studi yang menunjukkan bahwa menikah di usia yang belum dewasa, dalam hal ini di bawah usia 18 tahun, punya risiko kekerasan seksual yang tinggi. Wanita yang menikah di usia 18 tahun ke bawah lebih cenderung mengalami kekerasan dari pasangannya. Ada banyak hal yang melatarbelakangi kekerasan seksual dalam pernikahan ini terjadi.

pernikahan dini
hellosehat.com

Salah satunya adalah pengetahuan seks dan rumah tangga yang kurang. Usia yang belum matang dan tak bisa berpikiran jernih. Yah, seperti yang Anda tahu, wanita pada usia ini masih sangat labil. Akan sulit bagi mereka untuk menolak berhubungan seks. Bahkan, kebanyakan dari mereka sama sekali tak berdaya untuk menolaknya.

3. Risiko Kehamilan yang Sangat Besar

Perlu Anda ketahui, kehamilan di usia di bawah 18 tahun adalah kehamilan yang sangat brisiko. Untuk menjalaninya, itu bukanlah hal yang mudah dan risiko yang harus dihadapi bukan main-main. Kehamilan pada usia ini bisa membahayakan untuk si ibu dan janinnya. Pada janin misalnya, kehamilan yang terjadi di bawah usia 18 tahun bisa berefek buruk.

pernikahan dini
doktersehat.com

Efek buruk tersebut seperti berat badan yang rendah saat lahir dan kelahiran bayi yang prematur. Sedangkan untuk si ibu sendiri, kehamilan di suia ini bisa menyebabkan mereka mengalami anemia. Kondisi ini akan menyebabkan si ibu sangat lemah dan mudah merasa lelah dan ini juga akan berefek buruk lain pada janin.

Risiko lain yang mengikuti kehamilan di usia dini ini adalah preeklamsia. Kondisi ini sangat membahayakan bagi si ibu yang mana pada saat ini, kondisi tubuhnya mengalami peningkatan kadar protein yang tinggi dalam urine. Ini akan berakibat meningkatnya tekanan darah dan bisa menyebabkan kaki dan tangan si ibu membengkak.

Kondisi ini bisa berlanjut pada yang namanya ekslamsia. Ekslamsia ini jauh lebih berbahaya bagi ibu yang mengandung. Ini bisa menyebabkan kematian bagi ibu dan si bayi. Untuk tahap ringan, biasanya si ibu ‘hanya’ akan tidak sadarkan diri dalam waktu yang tak bisa ditentukan.

4. Tertekan dan Depresi

Risiko lain yang bisa dialami para pelaku pernikahan dini adalah rasa tertekan dan depresi. Risiko yang satu ini lebih mengarah pada perempuan sebenarnya. Wanita yang menikah di usia muda biasanya akan kaget dengan rutinitas baru mereka setelah menikah. Bahkan, sebagian dari mereka akan melihat perubahan dari sikap si suami seperti apa.

sehatfresh.com

Biasanya, selama masih pacaran si suami akan sangat manis. Dalam keadaan pernikahan dini seperti ini, biasanya si suami lebih sering berubah. Ini akan menimbulkan depresi dan perasaan tertekan yang luar biasa pada si wanita si wanita. Mereka juga akan merasa bahwa hidup pernikahannya tidak akan bahagia.

5. Masa Depan yang Hancur

Risiko yang satu ini umumnya juga terjadi pada wanita. Wanita yang menikah di usia muda biasanya akan merasa mengorbankan masa mudanya untuk keluarga dan anak-anak. Jika ia masih memiliki banyak teman yang belum menikah, mereka akan selalu membanding-bandingkan waktu yang ia lalui dengan waktu yang teman-temannya lalui.

pernikahan dini
vebma.com

Teman-temannya lebih banyak bersenang-senang sedangkan ia sibuk dengan dunia rumah tangga. Apalagi, merawat dan menjaga anak bukan perkara yang mudah. Masa depan yang seharusnya bisa dicapai dengan lebih baik karena diisi dengan waktu bermain dan belajar yang cukup, malah berakhir dengan pernikahan yang tak bahagia.

Sebagian dari mereka yang menjalani pernikahan dini cenderung putus sekolah sehingga mau tak mau mereka juga memiliki pendidikan yang minim dan penuh dengan intrik. Pernikahan itu menjadi tak sesederhana yang ada dalam pikiran para pelakunya. Malah, akhirnya jadi bencana untuk mereka sendiri jika mereka tak bisa menjalankannya.

Keuntungan Nikah Dini

Meski ternyata nikah dini ini memiliki risiko yang sangat banyak, ternyata juga ada kelebihan yang bisa Anda dapat. Beberapa kelebihan tersebut seperti di usia yang masih muda ini, wanita cenderung bersemangat dalam memulai rumah tangga. Ini juga akan berdampak baik untuk suami dan anaknya kelak. Beliau akan lebih fokus mengurus rumah tangganya.

Selain itu, pikiran wanita yang relatif polos pada usia itu juga tak terbebani oleh banyak hal. Ini juga menjadikannya bisa lebih fokus terhadap rumah tangganya. Mereka tak akan mengkhawatirkan hal lain selain keluarganya saja. Tidak seperti wanita yang menikah di usia dewasa yang sering takut dan mencemaskan banyak hal di rumah tangga mereka.

pernikahan dini
klikberita.id

Lalu, kondisi kesehatan wanita yang menikah di usia muda bisanya lebih baik. Dengan begitu, mereka lebih siap menyambut kehamilan dan lebih aman melahirkan asal usianya sudah memasuki 18 tahun. Bagi wanita yang menikah di usia ini juga memiliki lebih banyak pendamping pernikahan. Maksudnya adalah teman-temannya sehingga jadi lebih semangat.

Teman yang masih lajang bisa dimintai bantuan. Sedangkan untuk mereka yang menikah di usia dewasa biasanya cenderung lebih kesepian karena teman-temannya sudah tak ada. Terakhir, keuntungan yang bisa didapat wanita yang menikah di usia yang relatif muda adalah ia bisa lebih mengenal karakter suaminya setelah menikah.

Mungkin, pada awalnya akan menemui banyak sekali konflik. Asal konflik tersebut bukan konflik berat dan berakhir dengan pemukulan, itu tak akan jadi masalah yang berarti. Jika Anda dan pasangan bisa mengelola konflik yang terjadi dengan baik, ikatan pernikahan yang Anda bangun justru akan semakin baik dan kencang bahkan langgeng hingga hari tua.

Meski ternyata pernikahan dini ada baiknya, namun risiko yang ditanggung jauh lebih besar. Bila Anda ingin melakukannya, harus pikir seribu kali dulu. Matangkan pikiran Anda sebelumnya. Jika Anda butuh info lain mengenai pernikahan, misalnya doa pernikahan, bisa baca 4 Nasihat Pernikahan Islami ala Rasullulah SAW.

Facebook Comments
 
shares