Khutbah Nikah Contoh Teks Singkat Bahasa Arab – Indonesia

Dalam acara pernikahan, ada banyak hal yang harus dipatuhi oleh orang yang melaksanakannya. Salah satunya adalah adanya khutbah nikah. Meski itu adalah pernikahan modern, tetap harus ada. Anda bisa gunakan bahasa Arab atau Indonesia. Bisa juga yang singkat sambil melihat teks dan dalil untuk yang terbaru dan terbaik. Ini contohnya!

Hukum Khutbah Nikah

Bila Anda bertanya apa hukum khutbah nikah ini, hukum sebenarnya adalah sunnah. Hukum ini mengutib dari kitab Al-Adzkar yang ditulis oleh Imam Nawawi. Itu artinya, khutbah ini tidak perlu dibaca namun kalau dibaca, akan jadi lebih baik. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa adanya khutbah nikah ini wajib.

Hukum ini didasarkan dari pendapat Dawud Al-Zhahiri. Sampai saat ini, mayoritas ulama tidak menganggap bahwa pendapat Dawud Al-Zhahiri bersifat mu’tabar atau pendapat yang bisa diterima.

Baca juga : Lafal Bacaan Ijab Kabul Akad Nikah yang Benar

Contoh Khutbah Nikah

Khutbah Nikah Singkat

Anda bisa membacakan khutbah nikah ini dengan singkat atau yang panjang sekalipun dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Arab. Tentu saja, Anda harus orang yang berhak membacakannya bila mau membacakan khutbah nikah ini. Untuk contoh khutbah nikah yang singkat bisa Anda lihat di bawah ini.

Segala puji bagi Allah yang telah menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina. Segala puji bagi Allah yang telah mencitakan manusia dari air lalu menjadikannya berketurunan dan berbesanan. Kita patut bersyukur bahwa Allah telah menciptakan kita dari jenis kita sendiri dan jodoh-jodoh kita agar saling tentram serta menjadikan cinta kasih di antaranya.

Shalawat dan salam semoga terlimpahkan untuk pimpinan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mencontohkan pergaulan yang baik antara sesama manusia ataupun keluarga dengan budi pekerti yang luhur dan baik. Shalawat dan salam juga semoga terlimpahkan untuk keluarganya dan para sahabatnya yang mulia.

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia, marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Ketahuilah bahwa pernikahan ini adalah salah satu sunnah Rasul dan merupakan anjuran agama. Pernikahan ini adalah perjanjian yang agung dan bukan sekedar upacara tradisi saja.

Bukan pula semata-mata cara untuk mendapatkan keturunan atau hanya sebagai penyaluran hawa nafsu saja. Pernikahan ini adalah amanah dan tanggung jawab. Pernikahan merupakan surga bagi pasangan yang bertanggung jawab dan bisa melaksanakan amanah.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya adalah Perhatikanlah baik-baik istri-istri kalian, mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus dijaga. Maka, jemputlah amanah Allah melaluinya. Pergaulilah mereka dengan baik dan jangan dzalim terhadapnya serta penuhilah hak-haknya.”

Saat berbicara perihal tanggung jawab, Rasullullah selalu menyebutkan bahwa suami adalah pengembala dalam keluarganya dan akan diminta pertanggungjawaban atas gembalaannya. Begitulah, nantinya, laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas dasar pernikahan akan memiliki hak dan kewajiban masing-masing.

Suami harus memenuhi tanggung jawabnya terhadap anak dan istri, di antaranya adalah mempergauli mereka dengan baik. Istri juga patut taat kepada suami dan mengatur rumah tangganya dengan baik. Perlu diketahui, setiap suami dan istri memiliki tugas dan tanggung jawab yang bertujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Insyaallah, dengan begitu mereka akan mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan hingga akhir. Sebaliknya, apabila ada kekurangan hak dari masing-masing, maka kehidupan mereka akan jadi beban yang seringkali tak tertahankan. Masing-masing laki-laki dan perempuan secara fitri memiliki kelebihan dan kekurangan masihng-masing.

Semua kekurangan yang dimiliki bukan untuk membuat rendah pihak lain. Begitu juga dengan kelebihan yang dimiliki. Bukan untuk dibanggakan satu sama lain. Kedua suami istri hendaklah bersama-sama berjuang membangun kehidupan rumah tangga mereka dengan akhlak yang Islami dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya hingga akhirat kelak.

Khutbah Nikah

Khutbah Nikah Bahasa Arab dan Artinya

Selain khutbah nikah dalam bahasa Indonesia, Anda juga bisa menggunakan khutbah nikah dalam bahasa Arab. Mana saja yang dipilih, tentu akan memberikan yang terbaik untuk pernikahan tersebut. Untuk contohnya, Anda bisa lihat di sini!

Allahmdulillahiadzi khalaqa minal ma’i basyaran faja’alahu nasaban wa shihran wa kana rabuuka qadiran. Wa asyhadu al la ilaha illahllah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammadin afdlalul khalqi wal wara wa ala alihi wa shahbihi shalatan wa salaman katsiran.

Amma ba’du. Fa ya ayyuhal hadlirun, ushikum wa nafsi bi taqwallah faqad fazal mutaaqun. Qalallahu taala fi kitabihil karim. Ya ayyuhalladzina amanu ittaqulha haqqa tuqatihi wa la tamutunna illa wa antum muslimun. Walamu annanikaha sunnatun min sunani rasulillahi shallalahu alaihi wa sallam.

Wa qala annabiyyu shallahu alaihi wa sallam. Ama wallahi inni la akhsyakum lillahi wa atqakum lahu, lakinni ashumu wa uftiru wa ushalli wa arqadu wa atazawwaju annisa’a faman raghibaan sunnati fa laisa minni. Wa qala aidlan, ya ma;syarasy syababa man istatha’a minkum albat’ata fal yatazawwaj.

Fainnahu aghaldlu lil bashari wa ashshanu lil farji man lam yastathi fa alaihi bish shaumi fainnahu lahu wijaun. Wa qala aidhlan khairunnisa’a imra;artun idza nadzarta ilaiha sarratka, wa idza amartaha atha atka wa idza ghibta anha hafadzatka fi nafsiha wa malika. Wa qallahu taala ya ayyuhannasu inna khalaqnakum min dzakarin wa unsta

Wa qabaila li taarafu inna akramakum indallahi atqakum. Wa qala aidlan wa ankihu al-ayyama minkum wash shalihina min ibadikum wa imaikum i yakunu fuqara’a yughnihimunallaha min fadhiliji wallahu wasiun alim. Baqaralahu li wa lakum fil qur;ani adzim. Wa nafaani wa iyakum bima fihi minal ayati wadz dzikril hakim wa taqabbal minni

Wa minkum tilawatahu innahu huwat tawabur rahim. Audzu billahi minasy syaitanirajim ya ayyuhannasu ittaqullaha rabbakumulladzi khalaqakum min nafsin wahidatin wa khalaqa minha zaujaha wa batstsa minhuma rajalan katsiran wa nisaa. Wattaqullaha alladzi tasa’aluha bihi wal arham.

Innallaha kana ‘alaikum raqiba. Aqulu qauli hadza wastaghfirullaha al-adzim li wa lakum wali walidayya wali massyayikhina wali sairil muslimina. Fastagfiruhu innahu huwal ghafururrahim.

Sedangkan arti dari khutbah dalam bahasa Arab tersebut adalah sebagai berikut ‘Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air lalu darinyalah dijadikan keturunan dan kekerabatan dan adalah Tuhanmu yang Maha Kuasa. Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

Tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat tadhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, seutamanya penciptaan makhluk dan atas keluarga dan sahabatnya dengan limpahan rahmat tadhim serta kesejahteraan yang banyak.

Setelah itu, wahai yang hadir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertaqa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan yang besar bagi orang yang bertaqwa. Allah SWT berfirman dalam Alqur’an ‘Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya.

Sekali-sekali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah. Ketahuilah bahwa nikah itu adalah snnah dari Rasullullah SAW dalam sabdanya’Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan juga paling bertaqwa kepadaNya.

Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita, barang siapa yang membenci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.’ Selain sabda tersebut, beliau juga bersabda yang artinya “Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah memiliki kemampuan, maka hendaklah ia menikah.

Sebab, menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan bisa menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.’ Pada sabda beliau yang lain, “Istri yang baik adalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang.

Apabila kamu perintahkan ia mentaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirimu dan hartamu.” Allah SWT juga berfirman “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersukupsuku supaya kamu saling mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.” Pada firman lainnya, Allah SWT juga bersabda “Dan kawinlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang yang layak dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memapunikan mereka dengan karuniaNya. Allah maha luas lagi maha mengetahui.’ Semoga Allah memberi berkah kepadaku dan kepadamu dalam Qur’an yang agung.

Serta memberi manfaat kepadaku dan kepadamu terhadap apa yang ada di dalamnya dari ayat-ayat dan peringatan yang bijak dan semoga Allah menerima dariku dan darimu dalam membacanya karena sesungguhnya Allah adalah maha penerima tobat lagi maha penyayang.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Hai sekalin manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya.

Dari keduanyalah Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silahturahmi.

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi. Aku katakan perkataanku ini, dan mohon ampun kepada Allah yang maha agung untukku dan untukmu dan untuk kedua orang tuaku dan guru-guruku dan untuk orang Islam lainnya. Maka, mohonlah ampun kepadaNya karena sesungguhnya Dia maha pengampun dan maha penyayang.

Itulah contoh khutbah pernikahan baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab yang bisa Anda contoh. Anda bisa memulai khutbah tersebut dengan mengucap hamdalah terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan istigfar dan memohon perlindungan kapada Allah serta mengucap sahadat. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan khutbah nikah.

Facebook Comments
shares